real love

real love

Selasa, 08 Februari 2011

cerita tentang anak ndeso.... (PART V)

PART V

 

Gak terasa ternyata aku sudah semakin dekat dengan rumahnya icha. Dari jauh terlihat gerbang rumahnya, dan aku tiba2 berhenti. Tiba2 muncul keraguan di hatiku. Apakah harus aku datang ke Icha, mengatakan semuanya, Ngomongin perasaanku?
apakah aku harus datang, membuat icha semakin menyesal  ,dan pastinya akan ada orang yang tersakiti yaitu aris. aku emang gak mau ngerasain sakit ini, tapi aku juga gak mau menyakiti hati orang sebaik aris. Keliatan banget kalo dia tuh sayang dan tulus ama Icha.

Di tengah keraguanku tiba2 Icha keluar dari rumahnya dan diikuti oleh seseorang, yaitu Aris. Icha mengantar aris ke gerbang, Terlihat dia pamit ke icha dan pergi. aku lihat icha sepertinya begitu bahagia...

Yah, bisa kembali ditebak apa yang aku rasakan. Keinginanku untuk mengungkapkan perasaan ke Icha langsung Luluh, hancur gak bersisa…
Icha Sudah bahagia, Icha sudah menemukan orang yang baik, orang yang benar2 mencintainya, orang yang tulus. Dan pastinya orang yang jauh lebih baik dariku, orang yang jauh lebih sempurna.

aku memutuskan untuk pergi, aku putar motorku.. aku kembali melihat mereka sebelum aku pergi dan secara gak sengaja Icha juga ngelihat aku. aku tiba2 terdiam, mematung, gak tau apa yang harus aku lakukan. Terlihat senyum kecil penuh luka di wajah icha... yah, dia senyum, senyum melihat aku. aku yang saat itu sedang hancur hanya bisa diam mematung ...
Dia mendekatiku,, dengan langkah lamban. Semakin dia mendekat, aku semakin rapuh. Dia kini sudah berada di depanku.

Dan senyum nya semakin lebar disertai dengan air matanya yang tiba2 jatuh.
Melihat itu, aku jadi merasa bersalah.. Lalu aku mengusap air mata di pipi nya dengan jariku. Semakin aku hapus, semakin banyak juga air mata nya yang keluar.
Hatiku udah gak tau lagi merasakan apa. Sakit, perih, melihat orang yang aku sayangi nangis pilu di depanku.

"Cha... maapin aku,, aku dah nyakitin kamu. aku emang bukan sahabat yang baik. aku emang cowok yang pengecut.. ,aku gak pantas kamu sebut sebagai sahabat, karna aku dah nyakitin kamu..."

"kamu gak pernah nyakitin aku rik... kamu adalah orang yang berarti banget buat aku, kamu adalah orang yang sangat aku sayangin" kata icha sambil menunduk..

" aku bukan orang yang terbaik buat kamu cha. Orang yang terbaik buat kamu tu Aris. Dia lebih segala-galanya daripada aku. Dia punya segalanya dan dia sangat mencintai kamu, aku bisa liat itu dari cara dia ngejaga kamu..."

icha hanya menangis..

"dan sekarang, kamu jalanin aja hidup kamu sama dia. Jangan sakiti dia. kamu harus lupain aku, karna kita sahabat dan selamanya bakal tetap jadi sahabat". aku mengatakan ini sambil nangis. Bodoh emang kenapa aku gak ngomong apa yang aku rasain ke dia. Tapi jujur, aku ngerasa kalo aku gak pantes sama dia. aku gak bakalan bisa melindungi dia, karena aku serba kekurangan dan tidak se sempurna aris.

Mendengar kata2ku, tangis icha semakin pilu....
"iya rik, aku tau maksud kamu. Emang gak sepantasnya aku suka sama kamu, karena kamu selama ini hanya menganggap aku gak lebih dari sahabat..."

"sekarang kamu jalanin hidup kamu sama Aris cha... belajarlah untuk mencintai dia..."

Lalu aku pergi, meninggalkan icha yang masih mematung....
Jujur aku sakit saat itu, tapi aku pikir hal ini lah yang terbaik. aku gak mau memaksakan diri memiliki icha padahal aku yakin aku gak bakal bisa ngejaga dia seperti aris menjaga dia. Pengecut memang, Tapi aku yakin banget aku akan bahagia bila melihat Icha bahagia...

aku pergi dengan rasa sakit yang seperti menggerogoti hatiku...
air mataku juga jatuh membayang kan icha yang mematung melihat kepergianku.. Mataku kabur karena air mata... dan aku bener2 gak konsen melihat jalan yang ada di depanku....
Pikiranku melayang2 hingga akhirnya aku dikejutkan oleh suara klason yang panjang, lalu terdengar suara dentuman,,, dan aku gak tau apa-apa lagi... ,yang ada hanya warna hitam di depanku, dan suara yang ramai yang semakin lama semakin menjauh hingga akhirnya aku bener2 gak tau apa-apa lagi.....

To be continued....

Sabtu, 05 Februari 2011

cerita tentang anak ndeso.... (PART IV)


PART IV


aku perlahan-lahan membuka pita kecil di Surat tersebut. aku buka tutup amplopnya. aku keluarkan isinya. ada sebuah kertas (yang juga berwarna PINK) dan juga ada sebuah foto disana. aku lihat tuh foto, dan aku pilu banget ketika  ngelihat foto itu. Itu foto aku sama si Icha pas kita masih semester satu, saat kita mulai dekat. Di foto itu ada aku yang sedang ngunyah bakwan dan disebelahku ada si icha yang lagi Minum. Yah, salah satu kenangan indah pikirku...
Lalu berpindah ke kertas yang ada di bawah foto itu. Perlahan-lahan aku buka.. aku baca isi surat nya...


Kepada Sahabat terkasihku. . . Erik
Yang semoga selalu dalam kebahagiaan.

Dengan Rasa bersalah dan Permintaan maaf yang sebesar-besar nya, aku memulai untuk menulis surat ini, dan aku harap kamu mau menyempatkan waktumu untuk membaca surat ini.

rik, Jujur, bagi aku, kamu adalah sahabat terbaik yang pernah aku temuin dalam hidupku. kamu adalah sahabat yang selalu ada buat aku, baik disaat sedih maupun disaat aku senang. kamu adalah orang yang mengerti aku. Dan gak tau kenapa, aku selalu merasa aman di dekat kamu.

kamu tau rik, aku gak pernah bisa sedekat itu sama cowok, selain sama kamu. Yah, bagi aku, kamu bukan hanya sebatas temen dan sahabat, tapi mungkin bisa di ibaratkan, kamu adalah Soul mate aku.

aku bahagia rik aku pernah deket ama kamu. bahagia bgt.
Dan ketika kamu menjauhi aku, aku baru nyadar arti kamu sebenarnya buat aku apa... Dan inilah alasan kenapa aku gak ngomong ini langsung sama kamu, tapi hanya melalui surat. Karna aku malu. Karna aku adalah seorang wanita, yang gak sepantas nya ngomong gini ma kamu. Tapi aku dah gak bisa nahan semuanya..

rik.. Kenapa sih kamu gak pernah nyadar kalo aku tu suka ma kamu? kenapa sih hati kamu gak bisa mengartikan perasaan yang selama ini aku simpan untuk kamu? Kenapa sih, kamu gak bisa peka sama bahasa tubuh aku yang selalu mengisyaratkan kalo aku.. pengen banget jadi SESEORANG YANG BERARTI buat kamu? kenapa?
Apa mungkin karna kamu emang gak punya perasaan apa2 ke aku..

rik, aku dah lama nunggu kata itu dari kamu, sampe saat nya aku berfikir bahwa harapan itu emang gak ada, dan aku harus memulai membuka hati aku dengan orang yang baru. Tapi setelah aku jalani, aku sadar kalo aku masih suka ma kamu, suka ma kejujuran kamu, suka ma kepolosan dan keluguan kamu, suka sama ketulusan hati kamu, dan gak ada seorang pun yang bikin aku ngerasa seperti itu selain kamu, begitu juga dengan Aris.

Tapi, yah... sekarang seperti nya aku harus belajar untuk mencintai dia, karna aku gak mau mempermainkan dia.
Maaf rik, mungkin kamu bakalan marah saat kamu baca pengakuanku ini. Tapi aku mohon ma kamu, jangan pernah ngejauhin aku. aku dah cukup bahagia bisa menjadi sahabat kamu. Meskipun gak bisa lebih dari itu...

‎"Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki
keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya......."

rik, cukup surat dari aku... aku mohon maaf kalo surat ini mengganggu kamu.. aku gak ada maksud apa2, aku hanya ingin kamu tau apa yang sebenarnya ada di hati aku....

With Love..
Dari sahabatmu..
Icha..



aku tutup surat itu, dan yah… bisa ditebak.. aku nangis baca surat itu..
aku hancur..,, lebih hancur dari sebelum nya...
aku emang bego, aku emang pengecut, aku emang penakut yang gak punya keberanian untuk mengungkapkan cintaku...
aku jijik ama diriku sendiri, aku benci jadi orang penakut seperti aku, dan aku benci kenapa aku gak pernah ngungkapin perasaanku ke icha....
Dan kini... aku hanya bisa menyesal, meringkuk di sudut kasur sambil menangisi kebodohanku..

aku kemudian memutuskan untuk segera ke rumah icha, aku harus minta maaf ma dia, aku harus ngomong yang sebenarnya, aku harus jujur tentang perasaanku...

aku ambil motorku dan segara aku menuju ke rumah si Icha....

Di perjalanan, aku gak henti2 nya membodoh2kan diri sendiri,,
aku memang cowok yang gak sensitif. Begitu sering icha ngomong kalo dia pengen punya pacar saat dia bersama aku, begitu sering icha ngomong kalo aku sebenarnya adalah tipe dia, begitu sering dia nanya ke aku apakah dia tipe aku atau bukan, tapi semuanya itu kalah sama kepengecutanku, kalah sama kelemahan aku yang gak punya keberanian...
Jika ada seseorang yang menyandang gelar PENGECUT yang sebenarnya..,, itu lah aku...
(saat itu)

To be continued,,,,

Jumat, 04 Februari 2011

cerita tentang anak ndeso.... (PART III)


PART III
 

"sorry nunggu lama" kataku pas masuk ruang tamu...
dan aku terkejut bgt saat aku lihat siapa yang ada di ruang tamu,,,,,

"oh, gak pa pa" jawab orang itu...

aku terkejut bgt, karena orang yang datang ternyata bukan orang yang aku kira sebelumnya...

"oh.. kamu ris... silahkan duduk..,, emm,, sendiri???" tanyaku ke aris
"iya nih rik.. "
" aku kesini untuk nyampein suratnya si Icha... " jawabnya
"surat? surat apa ris" tanyaku penasaran..
"sebenarnya icha mo bgt ngomongin ini ke kamu nya langsung, tapi dia gak tega dan dia takut kalo kamu masih marah ma dia.. jadi dia nulis surat ini dan dia nyuruh aku ngasih ni surat ke kamu" katanya sambil ngasihin surat yang dia pegang.

aku langsung ambil tu surat... aku liat, dan entah mengapa kini pikiranku  sudah melayang kemana2, menebak kira2 apa isi surat itu..

"rik, aku boleh tanya sesuatu??" kata si Aris membuyarkan lamunanku
"eh,, (terkejut).. nanya apa ris"
"sebenarnya kamu sama icha tu beneran temen kan?? maksud aku, kamu gak pernah punya hubungan spesial ma dia kan??"

"maksudnya, apa ris" tanyaku  bingung..
"kamu bukan mantan nya kan??"
"haaszz….??? bukan lah ris, aku ma si icha emang deket, tapi cuma sebatas temen" jawabku terkejut mendengan pertanyaan nya...
"emang kenapa ris?? kok kamu nanya gitu.."
"oohh... enggak,, sekedar nanya aja, abis kayanya kamu deket bgt ma si Icha.. trus dia sering banget cerita tentang kamu"

mendengar itu aku terdiam, entah apa yang aku rasain.. tapi jujur dibalik keterkejutanku itu ada perasaan senang menyelinap..

"ya udah deh rik, aku mo pulang dulu,, takut hujan,, tuh dah mendung bgt di luar" kata si aris
"oh, ya udah,, maksih ya ris"
"ya sama2.." jawab si aris lalu keluar dan pergi menmbawa motornya...

setelah aris pergi, entah begitu banyak pertanyaan yang menyelimuti hatiku... ,”mengapa aris nanya gitu?, bener apa gak kalo si Icha sering bgt cerita tentang aku?, apa maksud icha ngasih surat ke aku?, kenapa dia gak ngomong langsung?”, dan begitu banyak pertanyaan yang ada di otakku.

Lama aku berdiri di depan pintu, melihat keluar ke arah tadi aris pergi yang entah sudah berapa menit yang lalu. akhirnya aku tersadar dan aku putuskan untuk segera masuk kamar dan membaca surat itu..

Aku berjalan menuju kamar, masuk dan menutup pintunya. Aku langsung duduk di tepi ranjangku... aku liat surat itu, ada tulisan di depan nya...

"untuk sahabat ku …erik"
Surat itu ber-amplop pink (warna kesukaan si Icha), ada Pita kecil di depan nya... tiba2 hatiku jadi sedih, aku tiba2 inget si Icha, ingat wajah nya, ingat senyum nya, ingat matanya, dan ingat saat2 aku sedang bersama dia. Aku Cium surat itu.. Harum Farfum yang sudah begitu Khas di hudungku  pun semerbak tercium.. Begitu dekatnya aku sama si Icha sampe2 wangi dan Merk Parfum nya pun aku tau....

Aku perlahan-lahan membuka pita kecil di Surat tersebut. Aku buka tutup amplopnya. aku keluarkan isinya. ada sebuah kertas (yang juga berwarna PINK) dan juga ada sebuah foto disana. aku lihat tu foto, dan aku pilu banget ketika ngelihat foto itu. Itu foto aku sama si Icha pas kita masih semester satu, saat kita mulai dekat. Di foto itu ada aku yang sedang ngunyah bakwan dan disebelahku ada si icha yang lagi Minum. Yah, salah satu kenangan indah pikirku..
Lalu berpindah ke kertas yang ada di bawah foto itu. Perlahan-lahan aku buka.. aku baca isi surat itu….

To be continued....

cerita tentang anak ndeso.... (PART II)

PART II

 
"kok diem?? " icha nanya ke aku dan itu membuyarkan semua keterkejutanku....
ingin rasanya aku jawab kalo gak ada apa2,, tapi jujur saat itu bibirku kaya’nya terkunci.. jangan kan mo ngomong ma dia, berjalanpun aku kayak nya gak bisa melangkahkan kaki..
"kenapa rik???" icha nanya sambil goyang2in bahuku...
aku tetep diam mematung, gak terasa tiba2 mataku terasa panas... yah aku nangis.. nangis yang bukan dibuat-buat, nangis yang datang dengan sendiri nya menyertai hati aku yang hancur berkeping-keping...
mungkin aneh dengernya, seorang cowok nangis karna hal yang demikian. tapi ini gak aneh buatku... , aku adalah seorang cowok cupu yang baru mengenal cinta (di umur ke 20ku), aku adalah seorang cowok cupu yang baru pertama kali merasakan cinta yang begitu dalam kepada seorang cewek, dan ini adalah kali pertama aku ingin mengungkapkan perasaan itu... Dan betapa sakitnya ketika cinta pertamaku yang begitu dalam.. hancur seketika.... dan yang lebih menyakitkan, CINTA ku hancur Sebelum aku sempat MENGUNGKAP KAN nya.....

“rik... kamu kenapa???  kamu nangis ya???" tanya icha lagi....
"emmhh... aku gak pa pa cha..." jawabku sambil mencoba berpaling dan menghapus air mataku,
"Cha... aku... aku,,, kayaknya aku hari ini gak masuk kuliah deh,,, aku... aku.. lagi gak enak badan..." kataku sambil terbata-bata pergi meninggalkannya menuju ke tempat parkir motor....
aku bener2 ancur, aku pikir lebih baik aku pulang, karna untuk apa aku kuliah hari itu tapi aku gak bakal bisa konsen, malah aku bakal terus sedih dan aku takut icha tau kalo aku sedih karna dia...

"rik.... rik... "icha memanggil namaku sambil mencoba mengiri langkahku....
"rik,,, kamu kenapa?? katanya tadi mo ngomong ma aku???
rik.... dengerin aku,, kalo kamu ada masalah cerita ma aku..." kata icha sambil terus ngikutin aku...
aku cuma diam, aku terus berjalan tanpa memperdulikan dia, yang ada dipikiran aku hanyalah pergi secepatnya dan menumpahkan kesedihan aku sendiri.....
melihat aku yang tak memperdulikan dia, icha pun berhenti mengejaku,,,,
trus dia ngomong pelan ma aku sambil nangis..
"kamu kenapa sih rik..... ada apa sama kamu??? kamu bilang kita sahabat... ,kamu bilang kita saudara.. tapi kok kamu gini ma aku..."
"jahat kamu rik.,,  dah gak nganggep aku lagi..." katanya sambil nangis... trus dia pergi ke arah kelasku sambil menutup mukanya.....

melihat itu,, air mataku juga jatuh,,,, perih hati rasanya,,,, tapi apa yang harus aku lakuin?? apa aku harus ngungkapin perasaan aku yang terlambat,,, apa aku harus mengejar dia??? aku bingung... aku akhirnya memutuskan untuk pergi... aku ngambil motorku,, dan pergi pulang. Diprjalanan, air mataku jatuh berderai gak tertahan,,,, senada dengan suasana hari itu yang lagi gerimis,,, sepertinya alam juga tau kesedihan hatiku..... Hati yang lagi hancur berkeping-keping..

Jalan yang tiap hari selalu aku lewatin, hari ni rasa nya beda bgt... jalan yang jarak nya nggak begitu jauh, kini terasa bagaikan 100 Km.. berat rasanya,,,, secepat apapun aku mencoba melaju tetep aja terasa jauh... Sejauh cinta aku yang telah terlempar dan terkubur sangat dalam,,, sejauh hati aku yang hancur berkeping tak bersisa... sejauh angan dan harapan yang kini tinggal kenangan...

Air mataku mengucur ..,, baru kali ini aku merasakan yang namanya sakit hati karena cinta,,, baru kali ini aku merasakan sakit hati karena kecewa,,
Akhirnya aku sampai juga ke rumah... aku langsung masuk dan membiarkan motorku di halaman. aku langsung menuju kamar ku....masuk dan mengunci pintu.. lalu duduk di atas kasur, menangis, kecewa, sedih dan hancur jadi satu....
yah inilah yang namanya cinta,,, inilah yang namanya Asmara..... inilah yang namanya Sakit hati .. lalu aku berbaring dan tertidur...

Hari2ku kini aku lalui dengan penuh kesenduan. aku malas keluar rumah, malas keluar kamar, malas mandi, malas segala-gala nya.(kalo dipikirkan sekarang, aku sadar alangkah bodoh nya aku waktu itu ).. Dan sudah seminggu aku mengurung diri dikamar. Dan dalam kurun waktu itu, aku gak pernah kuliah....
satu hal yang bikin aku tambah sedih... Icha gak pernah sekalipun SMS atau nelfonku, jangankan untuk menanyakan kenapa aku gak kuliah, menanyakan kabarku sekalipun tidak. Yah mungkin Dia dah lupa ma aku, mungkin dia dah bahagia bgt ma PACAR Baru nya... dan mungkin aku memang gak berarti apa2 untuk dia.
Hari ini, saat aku sedang membaca sebuah novel, tiba2 ada yang menggedor pintu kamarku,,
"rik,,,, ada temen kamu dari kampus datang tuh "terdengar suara temenku di luar pintu...
"ya ,, tunggu benter " jawabku,,,

Temen dari kampus??? pasti itu Icha pikirku... aku langsung ke kamar mandi, cuci muka... dan langsung ganti baju lalu melihat bayanganku di cermin... weeww.. wajah yang kusut, itulah yang aku lihat...
aku lalu mengambil sisir, dan memakai sedikit parfum... yah, aku harus rapi pikirku, karna Icha yang dateng. aku gak ngerti kenapa, meskipun hatiku sudah hancur olehnya, tapi aku tetep ingin memberikan yang terbaik buat dia... apa ini yang namanya Cinta??? entahlah...

setelah aku rasa aku cukup rapi, aku langsung keluar kamar menuju ke ruang tamu. dan perasaanku saat itu... " aku bahagia" gak tau apa sebabnya yang jelas aku bahagia.
Dan Kesedihan selama tujuh hari ini segera hilang setelah aku pikir bahwa itu pasti icha...

aku langsung ke ruang tamu, berharap segera melihat wajah orang yang beberapa hari ini hadir dalam pikiraku, yang hari ini bakal mengobati rasa tersiksaku,, ketika aku bisa liat wajah nya secara nyata, bukan hanya dalam mimpi atau angan ..

"sorry nunggu lama" kata ku pas masuk ruang tamu...
dan aku terkejut bgt saat aku lihat siapa yang ada di ruang tamu,,,,,

to be continued...

cerita tentang anak ndeso PART I

PART I


Cerita ini berawal ketika aku mulai masuk ke sebuah Sekolah Tinggi Swasta di kotaku. Saat itu aku mulai mengenal dia. Pada awal pertama ketemu, jujur aku gak merasakan apa2 sama dia. Aku adalah seorang anak yang sangat pemalu apalagi dengan orang2 yang belum aku kenal. begitu juga dengan teman2 baru dikelasku. Aku merasa sulit untuk bergabung sekedar ngobrol atau kumpul2 sama mereka saking pemalu nya aku. Aku selalu sendiri di kelas pas kuliah. Dan saat itu (mungkin karna kasian sama aku kali ya...), ada seorang cewek yang bernama Icha yang datang ngedekitin aku. Dia ngajak ane ngobrol, nanya2 tentang aku, dan banyak hal yang akhirnya aku ceritain ke dia dan dia ceritain ke aku.

Dari pertemuan dan obrolan yang singkat itu, sedikit demi sedikit aku mulai dekat sama dia. Jujur aku akui kalo dia adalah seorang wanita yang komplit, cantik baik fisik maupun attitude (aku liat dari cara ngomong dan tindak tanduk nya selama di kelas). Dan Pasti banyak banget cowok yang suka ama dia, itu terlihat kalo aku lagi cerita ama dia di kantin atau di depan kelas banyak banget cowok2 yang memperhatikan dia. (kadang ada juga yang memperhatikan aku, mungkin mereka berfikir "mau2 nya cewek cantik kaya dia deket sama cowok cupu kaya aku ").

Seiring berjalan nya waktu, kita pun semakin deket. Kita mulai tukeran nomor Hp, mulai SMS an, Telfon2an, dan juga semakin intens bersama selama kuliah. Sehingga lama2, aku mulai merasakan ada sesuatu yang berbeda dihatiku sama dia.. yah,, aku mulai suka sama dia. Dan rasa suka itu entah bagaimana dan darimana datang nya aku gak tau, yang jelas aku selalu merasa gugup dan Salting kalo lagi di deket dia (melihat mata dia atau senyum dia, bikin jantungku mau copot, haha)

cukup lama aku menyimpan rasa suka itu. Gak terasa kita berdua dah semester 2 sekarang, kurang lebih dah hampir setahun aku deket ama dia, dan selama itu juga aku berhasil menyimpan rasa sukaku padanya. Aku  gak ngungkapin tuh perasaan bukan karena aku gak punya keberanian, tapi aku hanya merasa minder. karena aku hanya seorang cowok yang Cupu, gak gaul dan gak ada istimewa nya sedikit pun. Jujur setiap kali aku mau nyatain perasaanku, aku jadi minder, aku jadi sadar siapa aku.

Tapi namanya juga hati dan perasaan, lama2 aku juga gak tahan lagi tuk menyimpan rasa itu,, akhirnya aku memutuskan untuk mengungkapkan rasa cinta itu. Aku menegaskan dalam pikiranku, bahwa gak semua orang itu melihat kita dari Fisik. Yang penting aku tulus sama dia. Dan aku harap dia bisa melihat ketulusanku.
Dan saat itu kebetulan menjelang Hari Valentine's. Jadi aku putuskan untuk menyatakan perasaan aku pas hari Kasih Sayang itu (Niat hati biar Romantis dan berkesan gitu,, hehehehhe).
Tiba pas hari H, aku dah siap dirumah, dah memakai baju yang rapi dan bagus ( setidaknya menurutku), dah menyiapkan kata2 apa aja yang bakalan aku katakan ama dia nanti , dan gak lupa sekotak coklat yang aku bungkus pake kertas dan Pita warna pink. Aku kembali menghapal kata2 yang bakal aku omongin ke dia nanti (yang udah aku rancang dan hapalin Tiga malam sebelum nya). Aku merasa dah siap bgt (walau jujur, dihati aku masih sangat gugup dan gak PD) trus aku berangkat ke kampus,. dijalan pikiranku melayang laying, gak tau apa yang aku rasain, ada rasa bahagia, takut, sedih, dan gugup.
Dan perasaan itu semakin menjadi2 saat aku dah ngelihat gerbang kampusku. tapi aku dah bertekad kuat tuk melakukan semuanya hari ini. jadi aku meluncur aja masuk ke gerbang kampus...

aku langsung markirin Motorku, turun dari motor dan melihat sekiling (mencari motor nya, biar tau dia dah datang apa belum). Aku gak melihat motornya, itu artinya dia belum datang, dan aku putusin buat nunggu dia di parkiran aja. Lama banget rasanya aku nunggu dia. Aku liat jam tanganku dah Setengah jam aku nunggu dia disini, tapi dia belum juga datang. Aku mulai khawatir jangan2 ada apa2 sama dia. tapi aku singkirin tuh fikiran dan konsen lagi ke gerbang buat nunggu dan ngeliat kedatangan dia.
Lima menit berlalu dia belum juga datang. Trus tiba2, ada motor masuk, tapi jelas itu bukan motor dia pikirku. motor itu tiba2 berenti di depanku. aku liat si empunya motor dan aku yakin kalo aku gak kenal dia, tapi kok dia berentinya pas bgt di depanku. Saat itu juga aku langsung sadar karna ngeliat siapa yang dibonceng sama si pengendara. Dia adalah orang yang dari tadi aku tunggu2 ..... si Icha. Dia turun trus senyum ke aku. Aku juga senyum sama dia, trus dia turun mendekatiku, wahhh …,,, hatiku tambah deg2an ..,,, aku jadi bingung, semua kata2 yang aku dah hapalin selama 3 hari tiga malam hilang gak berbekas di kepalaku.

"eh kamu rik?" tanya si Icha
"ehm... udah,,, lama.... kok blum masuk?" katanya lagi..
"aku... aku.. nunggu kamu..."
"oohh... napa kamu nunggu aku,,, mo nraktir aku ya,,, hehehe"
"hmm,,,, cha... eh.. aku..aku.. mo ngomong sesuatu ma kamu..."
"ah kamu..... emang selama ni gak pernah ngomong ma aku..." katanya sambil senyum... " eh rik., sini aku kenalin seseorang sama kamu.." lanjutnya.. trus dia narik tanganku, mendekati orang yang tadi nganterin dia....
"rik, kenalin nih Aris..." katanya.
"ohh,,, halo, namaku Erik.."
"halo juga, aku aris!!" jawabnya "eh rik, aku duluan ya, aku ada kerjaan nih" lanjut si aris
"oh, iya..." jawabku, dan dia pun pergi.
"yuk masuk" kata Icha
"eh cha, aku mo ngomong sesuatu ma kamu..."
"alahhh... sok serius bgt sih kamu.... ya udah, tar aja ngomong nya di kelas, cape aku bediri di sini.. kaya tukang parkir aja kita... hehehhe"
"oohh... ya udah,,,, yuk ke kelas" jawabku
"eh cha.. yang tadi tu kk kamu ya??" tanyaku sambil jalan
"bukan..." katanya
"trus siapa? sepupumu?" (jangan heran kalo aku gak nanya tu pacarnya, karna setauku, dia belum punya pacar.
"ehmm... tu Pacar aku... aku baru jadian ma dia Kemarin.." katanya malu2...
"ooohh...." aku langsung diem, gak tau meski ngomong pa2. Jantungku kaya berenti berdetak. Hancur…… ,aku dah gak tau lagi apa yang harus aku rasa dan katakan. yang jelas semuanya hancur.