PART V
Gak terasa ternyata aku sudah semakin dekat dengan rumahnya icha. Dari jauh terlihat gerbang rumahnya, dan aku tiba2 berhenti. Tiba2 muncul keraguan di hatiku. Apakah harus aku datang ke Icha, mengatakan semuanya, Ngomongin perasaanku?
apakah aku harus datang, membuat icha semakin menyesal ,dan pastinya akan ada orang yang tersakiti yaitu aris. aku emang gak mau ngerasain sakit ini, tapi aku juga gak mau menyakiti hati orang sebaik aris. Keliatan banget kalo dia tuh sayang dan tulus ama Icha.
Di tengah keraguanku tiba2 Icha keluar dari rumahnya dan diikuti oleh seseorang, yaitu Aris. Icha mengantar aris ke gerbang, Terlihat dia pamit ke icha dan pergi. aku lihat icha sepertinya begitu bahagia...
Yah, bisa kembali ditebak apa yang aku rasakan. Keinginanku untuk mengungkapkan perasaan ke Icha langsung Luluh, hancur gak bersisa…
Icha Sudah bahagia, Icha sudah menemukan orang yang baik, orang yang benar2 mencintainya, orang yang tulus. Dan pastinya orang yang jauh lebih baik dariku, orang yang jauh lebih sempurna.
aku memutuskan untuk pergi, aku putar motorku.. aku kembali melihat mereka sebelum aku pergi dan secara gak sengaja Icha juga ngelihat aku. aku tiba2 terdiam, mematung, gak tau apa yang harus aku lakukan. Terlihat senyum kecil penuh luka di wajah icha... yah, dia senyum, senyum melihat aku. aku yang saat itu sedang hancur hanya bisa diam mematung ...
Dia mendekatiku,, dengan langkah lamban. Semakin dia mendekat, aku semakin rapuh. Dia kini sudah berada di depanku.
Dan senyum nya semakin lebar disertai dengan air matanya yang tiba2 jatuh.
Melihat itu, aku jadi merasa bersalah.. Lalu aku mengusap air mata di pipi nya dengan jariku. Semakin aku hapus, semakin banyak juga air mata nya yang keluar.
Hatiku udah gak tau lagi merasakan apa. Sakit, perih, melihat orang yang aku sayangi nangis pilu di depanku.
"Cha... maapin aku,, aku dah nyakitin kamu. aku emang bukan sahabat yang baik. aku emang cowok yang pengecut.. ,aku gak pantas kamu sebut sebagai sahabat, karna aku dah nyakitin kamu..."
"kamu gak pernah nyakitin aku rik... kamu adalah orang yang berarti banget buat aku, kamu adalah orang yang sangat aku sayangin" kata icha sambil menunduk..
" aku bukan orang yang terbaik buat kamu cha. Orang yang terbaik buat kamu tu Aris. Dia lebih segala-galanya daripada aku. Dia punya segalanya dan dia sangat mencintai kamu, aku bisa liat itu dari cara dia ngejaga kamu..."
icha hanya menangis..
"dan sekarang, kamu jalanin aja hidup kamu sama dia. Jangan sakiti dia. kamu harus lupain aku, karna kita sahabat dan selamanya bakal tetap jadi sahabat". aku mengatakan ini sambil nangis. Bodoh emang kenapa aku gak ngomong apa yang aku rasain ke dia. Tapi jujur, aku ngerasa kalo aku gak pantes sama dia. aku gak bakalan bisa melindungi dia, karena aku serba kekurangan dan tidak se sempurna aris.
Mendengar kata2ku, tangis icha semakin pilu....
"iya rik, aku tau maksud kamu. Emang gak sepantasnya aku suka sama kamu, karena kamu selama ini hanya menganggap aku gak lebih dari sahabat..."
"sekarang kamu jalanin hidup kamu sama Aris cha... belajarlah untuk mencintai dia..."
Lalu aku pergi, meninggalkan icha yang masih mematung....
Jujur aku sakit saat itu, tapi aku pikir hal ini lah yang terbaik. aku gak mau memaksakan diri memiliki icha padahal aku yakin aku gak bakal bisa ngejaga dia seperti aris menjaga dia. Pengecut memang, Tapi aku yakin banget aku akan bahagia bila melihat Icha bahagia...
aku pergi dengan rasa sakit yang seperti menggerogoti hatiku...
air mataku juga jatuh membayang kan icha yang mematung melihat kepergianku.. Mataku kabur karena air mata... dan aku bener2 gak konsen melihat jalan yang ada di depanku....
Pikiranku melayang2 hingga akhirnya aku dikejutkan oleh suara klason yang panjang, lalu terdengar suara dentuman,,, dan aku gak tau apa-apa lagi... ,yang ada hanya warna hitam di depanku, dan suara yang ramai yang semakin lama semakin menjauh hingga akhirnya aku bener2 gak tau apa-apa lagi.....